SKETSA: Another Day to Sketch (A Café Review)


Image by @sketsakopi.id

Semua bermulai dari betapa stuck-nya saya ketika ingin kembali menulis sesuatu. Writer block is suck indeed. Jadi saya berpikir untuk mencari suasana baru yang mungkin dapat mengembalikan mood saya untuk menulis. Saat itulah saya teringat café yang baru dibuka di Jalan Pulau Nias No.2, Denpasar, Bali.

Dari rasa pensaran sampai akhirnya, saya pun senang untuk sekedar mampir dan menikmati secangkir Teh Telang (13k); yang pada akhirnya saya anggap sebagai minuman favorit entah berapa kalipun saya mampir ke sini.

Image by @sketsakopi.id

Pertama kali saya datang, it was so awkward, I felt like dying (for real). Saat itu cukup ramai pengunjung, jadinya saya terlihat malah kayak anak domba yang tersesat. Syukurnya kakak-kakak yang di sana cukup peka sehingga diri saya yang canggung ini bisa terselamatkan (it was so embarrassing…)


Ketika saya mulai berpikir untuk duduk dan memesan, I was enchanted by the menu book design. It was so cute and pretty. Sebuah sketsa tyrannosaurus dengan kacamata, sementara menggenggam secangkir kopi. Awalnya saya juga tidak menyadari bahwa dinosaurus itu sementara ditunggangi oleh seorang pria berkumis yang sementara menggenggam secangkir kopi juga. Isi menu yang penuh dengan warna ini juga menghiasi official website dari sketsa kopi yang teman-teman bisa cek dengan mengklik link ini: Sketsa Kopi

Dihadapkan dengan beberapa varian teh, saya cukup kaget (this homebody just found out that there are so many kinds of tea out there…), akhirnya saya pun memilih Atlantis Brezze (17k) sebagai minuman pertama saya di Sketsa. I could feel the breeze through the mint that they put in that drink. Akhirnya saya pun mengambil kesimpulan bahwa minuman ini diberi nama Atlantic Breeze because we got to let ourselves dive in. Kamu harus coba dulu untuk ngerasain the breeze of the sea.



Image by @sketsakopi.id

The place was nice for me. Kalau teman-teman ingin santai di luar ruangan, mereka juga menyediakan tempat duduk untuk chill di luar. Or maybe you can’t really take the heat? Teman-teman bisa juga memilih untuk duduk di dalam ruangan dengan fasilitas seperti colokan (kalau mau kerja tugas atau ngejar deadline), free wi-fi, wc bahkan ada sudut untuk membaca dengan buku-buku yang menarik untuk teman-teman nikmati. It was indeed a small space but it was enough for you to breath and taking all the time you need to relax.


Apa yang bikin aku pengen balik ke tempat ini is no other than their hospitality. Pelayanan yang ramah, and the small space, that allows you to come back there without feeling like stranger to this place. Kalau memang teman-teman tipe orang yang senang bersosialisasi dan menemukan teman baru, it’s a perfect place for you dan jika kamu kebalikan dari yang saya sebutkan di atas, this place is also fine for you. Saya selalu datang ke sini jika saya betul-betul butuh tempat yang nyaman untuk sekedar duduk, membaca, menulis ataupun sekedar chill dengan Trisome Bruschetta (15k) yang memiliki 3 varian rasa (cheese salad, choco cream, chicken creamcheese).

The Menu is perfect for you if you love coffee. Mulai dari Espresso (kisaran harga 15k-25k), Manual Brew (kisaran harga 10k-30k), Iced Coffee (25k), Smoothies (24k), Mipan Yuzu-Zu Yuzu-Zu yang merupakan Special Isotonic Ice Coffee with House Blend Pandawa (25k). Atau mungkin teman-teman gak bisa minum kopi kayak saya? Ada juga teh yang teman-teman bisa nikmati: Cascara, Kawadaun, Heaven Berry, Tropical Sunset, Atlantis Brezze, Teh Bunga Telang (13k untuk Teh Bunga Telang dan 17k untuk menu-menu lain di bagian teh). Mungkin juga teman-teman datang ke sana untuk menikmati cake & dessert? Teman-teman bisa membeli Cinnamon Rolls for 12k only, Garlic Bread (7k + 3k untuk topping) dan varian rasa dessert (oreo cheese cake, tiramisu, dark chocomelt, triple choco, dan matcha).

Awalnya hanya sekedar datang untuk menghabiskan waktu, but I can pretty much say that I am glad I decided to come.

Kenapa? Karena lahirnya tulisan ini merupakan salah satu hasil dari sebuah keisengan untuk ‘sekedar datang dan duduk’ tapi saya tidak menyangka akan menikmati menu yang nikmat di lidah, hospitality yang membuat saya datang untuk kedua kalinya, dan tempat (place) yang nyaman untuk saya duduk dan mengetik tulisan ini.

They’re not necessarily sketching my day, but they did help me able to sketch another thing in my book. A sketch about a place where I was enchanted by the smell of coffee and hooked by the wonderful breeze of Atlantic.

So… what are you waiting for? Go and visit them! Untuk promo dan lain-lain, teman-teman bisa langsung cek akun Instagram (@sketsakopi.id) dan Official Website (www.sketsakopi.id) mereka.

.

.

.

.

Note: WASSUP

Long time no see! Akhirnya kembali juga ya saya nulis hehehe… Cukup lama untuk saya nulis blog ini and figure out how to deliver what I want. Jadi saya pengen bikin review café, tempat makan dll dengan format seperti ini. Layaknya sebuah cerita tapi sebenarnya bukan (still figuring things out), ini udah draft yang ketiga dan hampir semua foto aku ambil sendiri :3

Kecuali beberapa foto yang sudah saya cantumkan sumbernya!

Ini benar-benar kali pertama saya mencoba untuk review cafe... Jadi ceritanya ini format yang saya coba buat. Jujur ajalah... saya kurang percaya diri dengan format ini dan saya berharap untuk bisa jadi lebih baik ke depannya.

Jadi mohon masukkanya ya teman-teman…. terima kasih sudah membaca! God bless you! 

Comments

Popular posts from this blog

Harrison Craig

Reset = Restart